Rabu, 20 Oktober 2010

Service Sequences

sobat milis pernah mendengar service sequences..??
di dunia hospitality khususnya food & beverage service , kata sequences service atau urutan dari pelayanan adalah bagian tak terpisahkan yang diberikan kepada kita pada saat kita berada di suatu restaurant.
baiklah..,berikut saya akan sampaikan standart dan beberapa prosedure yang harus dilakukan  :


STANDART

Semua karyawan department F&B Service wajib mempelajari dan memahami langkah – langkah dasar dari service sequences dari mulai tamu datang hingga tamu meninggalkan Restaurant.

PROCEDURE

1. Mengucapkan salam kepada tamu. ( Selamat siang/malam/..Bp/Ibu )

2. Mengantar tamu ke meja yang sesuai.

3. Menarikan bangku tamu.

4. Mengatur meja tambahan bila jumlah tamu lebih banyak dari seating capacity.

5. Memberikan menu.

6. Mencatat pesanan minuman & makanan

7. Membacakan ulang pesanan dari tamu. ( repeating the order )

8. Mendistribusikan captain order sesuai dengan lembarannya.

9. Menyajikan minuman.

10. Magic Word ( contoh : “silakan menikmati steak anda” )

11. Mengeset alat makan sesuai dengan pesanan tamu.

12. Menyajikan makanan

13. Magic Word ( contoh : “silakan menikmati makan malam anda” )

14. Mengangkat makanan / piring kotor ( clearing up )

15. Membersihkan meja dari remah – remah makanan. ( crumbing down )

16. Menawarkan hidangan penutup atau tambahan minuman.

17. Mencatat pesanan makanan penutup atau tambahan minuman.

18. Membacakan ulang pesanan dari tamu.

19. Mendistribusikan captain order sesuai dengan lembarannya.

20. Mengeset alat makan sesuai dengan hidangan dessert yang dipesan.

21. Mengantarkan makanan penutup / minuman tambahan.

22. Mengantarkan bill bila diminta.

23. Jika pembayaran dilakukan dengan cash , jangan lupa hitung jumlah uang dihadapan tamu.

24. Antar bill kekasir dan segera antar kembaliannya.

25. Membantu tamu meninggalkan meja.

26. Salam kepada tamu dan Magic Word. ( contoh : “Selamat siang/malam..Bp/Ibu..terima kasih atas kunjungan anda” )

27. Mengeset ulang meja untuk dijual kembali.


Nah.sobat milis,sudahkah anda diperlakukan seperti urutan service diatas pada saat anda menyantap makanan di restaurant..??
ReadMore.. - Service Sequences

Selasa, 19 Oktober 2010

Gambaran Umum Table Manner










Sobat millis tentu pernah mendengar tentang Table Manner/tata krama di meja makan.
Table Manner sebenarnya banyak sekali aturan dasarnya tergantung dari formal ataupun tidaknya acara jamuan makan tersebut.
Disini saya akan sedikit berbagi mengenai Table Manner secara umum.
Sopan Santun di Meja Makan

Apabila roti yang dihidangkan, maka:
- Ambilah sebungkus mentega yang tersedia di dalam butter bowl di hadapan anda. Lalu buka bungkusnya dan letakkan di atas piring di sebelah kiri anda.
- Peganglah roti dengan tangan dan potong serta oleskan mentega dengan pisau mentega (butter knife). Makanlah roti tersebut dengan mempergunakan tangan (bukan pisau atau garpu).
- Roti hanya dipotong saat hendak di makan saja, hindari (karena kurang etis) memotong roti tersebut menjadi kecil-kecil kemudian diletakkan kembali di piring roti, diolesi mentega satu per satu baru di makan.
- Roti dapat dimakan baik sebelum hidangan disajikan maupun selama proses makan sedang berlangsung.

Menggunakan peralatan saat menikmati Appetizer
- Cara memegang sendok (tea spoon) dan garpu (oyster fork) seperti memegang pulpen untuk menulis.
- Makanan ditusuk menggunakan garpu dengan tangan kanan, kemudian masukkan ke mulut anda dalam posisi telentang.
- Makanan yang kental – cair disendok dengan tea spoon dan dimasukkan ke mulut. Apabila hidangannya terlalu cair maka penyendokannya dilakukan ke arah luar untuk menghindari jika terjadi tumpahan makanan tersebut tidak akan mengenai pakaian anda.
- Apabila anda telah selesai menikmati Appetizer, letakkan garpu dan sendok di atas piring tatakan dalam posisi telentang sejajar dengan tepi meja makan atau di tepi kanan dengan posisi seakan tegak lurus dengan tepi meja makan.

Menggunakan peralatan saat menikmati Soup
- Cara memegang sendok soup seperti memegang pulpen pada waktu menulis.
- Cara menyendok soup adalah ke arah luar untuk menghindari percikan atau tumpahannya mengotori pakaian anda. Kemudian masukkan perlahan-lahan sendok soup ke mulut anda dari arah samping kiri sendok, bukan dari arah depan.
- Apabila soup yang dihidangkan masih terlalu panas sabarlah menunggu sebentar. Jangan meniup-niup soup tadi di hadapan para tamu karena sikap tersebut kurang etis.
- Setelah selesai menikmati soup, sendok diletakkan di sebelah kanan piring tatakan mangkok soup dengan posisi tegak lurus dengan tepi meja makan atau di atas piring tadi pada bagian bawah sejajar dengan tepi meja makan dengan tangkai sendok berada di sebelah kanan.

Menikmati Hidangan Utama (Main Course)
- Pada waktu akan menikmati main course, posisi duduk harus tetap tegak, kedua siku tangan dirapatkan ke tubuh agar tidak mengganggu tamu di kiri kanan anda.
- Selama menunggu makanan yang belum tersaji secara lengkap ke dua tangan sebaiknya tidak bertumpu atau dilipat di atas meja makan.
- Tunggulah sejenak, jangan memulai makan sebelum tamu lainnya yang duduk semeja dengan anda mendapatkan hidangannya juga.
- Tunjukkan sikap bahwa anda menyenangi hidangan yang disajikan di hadapan anda, namun jangan juga tampak terlalu bersemangat menyantapnya.
- Mulailah memotong makanan yang paling dekat dengan tubuh anda. Jangan sekali-kali memotong makanan mulai dari yang paling jauh karena tidak etis, seakan khawatir makanan tersebut akan diminta oleh orang yang ada di hadapan kita.
- Apabila hidangan utama yang disajikan tidak anda sukai atau anda pantangi, waktu dihidangkan jangan menolaknya, namun anda juga tidak dipaksa untuk menyantapnya. Di waktu tamu lain menikmati makanan tersebut, anda potong kecil-kecil hidangan tadi seakan hidangan tersebut anda nikmati kemudian kumpulkan lagi di tengah-tengah piring makan.
- Apabila setelah selesai makan di piring anda masih tersisa makanan, kumpulkanlah sisa-sisa makanan tersebut dengan pisau dan garpu di tengah-tengah piring anda. Karena tidak etis, jangan mengaduk-aduk sisa makanan tersebut.
- Apabila anda belum selesai makan dan bermaksud hendak minum, bersihkanlah terlebih dahulu bibir anda dengan guest napkin (serbet) agar gelas tidak terkena minyak atau sisa makanan yang menempel di bibir anda.
- Setelah selesai menikmati semua hidangan main course, letakkan pisau dan garpu (cutlery) sesuai dengan tata cara yang telah disampaikan sebelumnya.

Menggunakan peralatan saat menikmati Dessert
- Cara memegang dessert spoon untuk menyantap hidangan yang berjenis krim adalah seperti memegang pensil disaat menulis.
- Tea spoon untuk menyantap hidangan fruits, seperti fruit salad; fruit knife / fork atau dessert knife / fork untuk menyantap buah-buahan yang masih utuh cara memegangnya seperti memegang raket tennis, dengan pisau di tangan kanan dan garpu di tangan kiri. Apabila selesai menikmati dessert, letakkan peralatan tadi seperti tata cara yang disampaikan sebelumnya.

Hal-hal lain yang perlu diperhatikan:
- Pada saat anda menikmati makanan, usahakan tidak menimbulkan bunyi baik dari cutlery maupun piring makan dan waktu mengunyah makanan.
- Jangan menggunakan peralatan makan sebagai penunjuk arah.
- Apabila ada makanan yang terselip di sela-sela gigi anda, pergunakanlah tusuk gigi untuk mengeluarkannya. Jangan gunakan jari dan kuku anda.
- Jika ingin bersin, tutuplah mulut anda dengan guest napkin.
- Jangan bersendawa sampai mengeluarkan bunyi / terdengar orang lain.
- Jika minum teh atau kopi angkatlah cangkirnya saja dan minum tanpa mengeluarkan bunyi. Sendok yang tersedia bukan untuk minum tetapi hanya untuk mengaduk.
ReadMore.. - Gambaran Umum Table Manner

Senin, 11 Oktober 2010

Penilaian Dalam Wawancara

Hallo sobat millis....apabila sobat milis mempunyai tempat usaha atau dipercaya seseorang untuk menjalankan tempat usahanya dan kebetulan sobat millis sedang merekrut karyawan , berikut saya akan sampaikan beberapa hal yang perlu diperhatikan didalam mewawancarai calon karyawan.

Merekrut karyawan bukan hanya pintar, tetapi juga punya komitmen, jujur serta dapat bekerja sama.
Untuk mudahnya, penilaian karyawan pada saat wawancara meliputi 7C antara lain :

1.Capability, kemampuan nalar, kecerdasan, cara berpikir sistematis. Bisa tercermin dari nilai ijasah. Jika Anda mau merekrut seorang tenaga administrasi yang pintar, Anda mencari orang dengan satu kriteria, yakni kapabilitas yang tercermin dari nilai ijazah dan tes kemampuan. Selain pintar, Anda juga perlu karyawan yang kredibel. Itu berarti Anda harus menilai dari kriteria lainnya.

2.Capacity, kemampuan menangani masalah, menyelesaikan masalah/ konflik, menghadapi beban kerja yang tinggi/ stress, membuat prioritas. Jika capability bisa dicerminkan dari nilai ijazah dan tes kemampuan teknis, capacity tidak demikian. Jika melakukan wawancara dengan pelamar kerja, bisa menanyakan pengalaman mereka dalam berorganisasi, dalam menangani banyak masalah di rumah dan di sekolah atau di tempat kerja sebelumnya. Kemampuan mereka menghadapi banyak masalah mencerminkan kapasitasnya yang baik.

3.Character, watak, hal-hal yang menyangkut sikap, sopan-santun, cara mengendalikan emosi. Character umumnya dipengaruhi oleh nilai-nilai yang tertanam di lingkungan keluarga dan pergaulan. Dengan karakter yang berbeda seorang karyawan akan memiliki kecocokan dalam bidang kerja tertentu.

4.Credibility, kredibilitas, sikap dapat dipercaya, bisa mengemban tugas yang telah diperintahkan dengan baik. Orang-orang yang kredibel bisa dilihat dari cerita mereka ketika menjalankan perintah guru, atasan, atau orang tua. Anda bisa menanyakan ke calon karyawan mengenai pengalamannya dalam melakukan tugas berat yang diperintahkan oleh orang lain.

5.Comitment (komitmen), kesungguhan menyelesaikan tugas, keinginan untuk memajukan perusahaan. Siapa pun pasti membutuhkan karyawan yang bukan hanya  pintar dan jujur, tetapi juga memiliki komitmen untuk memajukan perusahaan.

6.Creativity, kreatif dalam menyelesaikan tugas sehingga lebih efisien dan efektif.

7.Compatibility, kemampuan bekerja sama dengan orang lain. Sering terjadi, kita merasa mendapatkan karyawan yang memenuhi 6 kriteria sebelumnya. Ketika karyawan tersebut bekerja dalam sebuah tim, baru ketahuan bahwa ia sering mau menang sendiri. Oleh karena itu, kita membutuhkan karyawan yang mampu bekerja sama dengan karyawan lain, dengan bawahan, dengan pimpinan, dengan mitra usaha.
ReadMore.. - Penilaian Dalam Wawancara