Rabu, 29 September 2010

Tentang Restaurant

Banyak orang berpendapat bahwa menjalankan bisnis restoran itu mudah dan cepat mendatangkan keuntungan, sebenarnya pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar, tapi juga tidak salah.
Seperti halnya bisnis lainnya, dalam mengelola bisnis restoran diperlukan sistem dan prosedur yang benar, serta fungsi kontrol (kontrol terhadap mutu makanan/ minuman, pelayanan dan produksi, kontrol sumber daya manusia). Tanpa fungsi kontrol yang baik, maka sebaik apapun sistem dan prosedur yang dijalankan, restoran bisa jadi ”asal jalan” yang pada akhirnya akan berdampak pada tutupnya restoran tersebut.



Mengapa sering terjadi restoran hanya beroperasi satu tahun atau dua tahun kemudian tutup?
Problem utama perusahaan (restoran) tersebut adalah manajemen pengelolaannya yang tidak terkontrol dengan baik, karyawan restoran sering kali hanya bekerja baik bila dilihat oleh atasannya.

Menjadi seorang Restaurant Manager bisa jadi sangat menarik dan sekaligus merupakan tantangan. Diperlukan pengorbanan, kemampuan berorganisasi, dan kerja keras untuk keberhasilan sebuah operasi restoran. Seorang Restaurant Manager selalu tertantang untuk menjadi kreatif dan inovatif, karena tuntutan konsumen yang terus berubah dan kompetitor yang terus bermunculan.
Mengerti tentang bagaimana cara menempatkan sumber-sumber (sumber dana, sumber daya dan sumber daya manusia) yang tepat guna, akan membantu keberhasilan dan berkembangnya sebuah usaha restoran, bahkan akan membawa keuntungan yang lebih besar. Kalau ada restoran yang gagal atau belum berhasil, masalahnya pasti timbul dari dalam (internal problem) seperti sumber daya manusia (sdm) yang kurang berkualitas atau kurang pembinaan untuk menjadi berkualitas, baik dalam pengolahan produk, penerapan standar pelayanan sampai tidak berfungsinya bagian administrasi sebagai alat kontrol perusahaan.

Hal hal yang harus diperhatikan dalam mengelola restoran

Pastikan karyawan anda mengetahui apa harapan anda (owner). Jelaskan dan beritahukan akan deskripsi kerja setiap karyawan pada saat karyawan mulai bekerja. Peraturan perusahaan, harus diketahui oleh semua karyawan, tentang tata cara operasional restoran yang baik dan benar.
Buatlah ketentuan dan tata tertib tentang tata cara pengolahan menu, standar resep, pengaturan waktu dan hal-hal lain tentang penugasan karyawan pada bidangnya masing-masing, termasuk aspek pelayanan kepada tamu.

Rapat/pertemuan rutin dengan Chef, dan semua kepala bagian terkait untuk, membicarakan problem, saran-saran dan hal-hal lain untuk kemajuan restoran perlu dilakukan. Buatlah standar kerja yang efisien dan bermanfaat, sehingga setiap orang menyadari akan pentingnya produktivitas dan kualitas kerja yang baik. Membangun moral karyawan adalah menjadi syarat mutlak, jika ada karyawan yang kurang menghargai atau tidak menghormati akan norma-norma bekerja, pasti orang tersebut akan memberi dampak buruk pada perusahaan bisnis restoran.

Hindari sikap tinggi hati kepada karyawan, hargai bahwa mereka adalah bagian dari tim kerja anda. Motivasi mereka melalui briefing atau training secara berkala.

Berikan penghargaan, insentif dan tanda lainnya sebagai bentuk apresiasi pada hasil kerja. Buatlah kotak saran, agar karyawan dapat menyampaikan usulan atau pendapat untuk perbaikan perusahaan.
Pastikan pelanggan anda puas pada saat kunjungan ke restoran anda, kalau pelanggan puas dengan mutu makanan, mutu pelayanan dan suasana restoran serta harga di restoran anda, maka pada umumnya mereka akan kembali ke restoran anda dan tentu akan membawa orang lain, baik keluarganya maupun relasinya, yang pada akhirnya restoran berjalan baik.

Ciptakan suasana yang menyenangkan, Arahkan karyawan untuk menghargai tamu-tamu yang datang; berikan pelayanan yang ramah, mutu makanan yang baik sesuai pesanan, Semuanya itu akan memberikan kepuasan kepada tamu-tamu yang datang ke restoran anda. Anda juga bisa meminta tamu mengisi kartu kuesioner (guest comment ) sebagai masukan bagi anda, yang tentunya penting untuk kunjungan – kunjungan berikutnya.
ReadMore.. - Tentang Restaurant

Jumat, 17 September 2010

Hobi Belanja = Hobi Nonton BF

Berbelanja bisa jadi merupakan kegiatan favorit terutama bagi kaum perempuan. Studi terbaru menunjukkan bahwa belanja bisa memiliki efek yang sama seperti menonton film porno yakni sama-sama merangsang otak seperti gairah seks.

Peneliti menemukan bahwa pada saat berbelanja dengan berbagai macam diskon atau promosi ternyata memicu timbulnya respons mental yang mirip dengan gairah seksual.

Ilmuwan dari University of Westminster melibatkan 50 orang partisipan dalam penelitian ini. Partisipan dimonitor gerakan mata dan respons emosionalnya terhadap produk tertentu. Hasil monitoring ini dinilai dengan menggunakan skala satu hingga sepuluh.

Nilai yang paling tinggi, yakni sepuluh setara dengan kondisi trauma parah dan bisa berbahaya. Tapi jika memiliki nilai lima hingga tujuh, maka respons yang keluar adalah kegembiraan tubuh seperti melihat gambar erotis atau pornografi.

Pembeli atau konsumen yang melihat penawaran khusus pada produk favoritnya misalnya kupon hadiah tertentu atau membeli satu dapat dua, bereaksi seolah-olah sedang menonton pornografi atau gambar erotis.

Survei menunjukkan beberapa promosi atau diskon memberikan nilai 5,8 pada konsumen, termasuk membeli sesuatu dan berhadiah barang lainnya.

Para ahli pemasaran mempercayai bahwa pembeli rata-rata membuat keputusan apakah jadi membeli suatu barang atau tidak hanya dalam waktu dua detik setelah ia melihat ada sebuah penawaran yang menonjol.

Hasil penelitian ini memang masih termasuk langkah awal dan belum sepenuhnya lengkap, namun hasil ini telah terungkap dalam jurnal The Grocer. Karenanya masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut mengapa kondisi tersebut bisa terjadi.

"Penelitian ini masih terlalu dini, tetapi hasil ini menunjukkan adanya hubungan antara respons emosional yang tinggi dengan meningkatnya jumlah penjualan," ungkap Colin Harper of the Institute
ReadMore.. - Hobi Belanja = Hobi Nonton BF

Kamis, 09 September 2010

Reservasi

Hallo sobat milis....
kali ini saya akan kembali berbagi sedikit pengetahuan yang saya punya melalui blog yang saya miliki ini.
Kalau dari judul yang saya tulis tentu sobat milis sudah nggak asing lagi...Reservasi / Pemesanan.
Di dunia Hospitality seperti yang sampai saat ini masih saya geluti kata reservasi serasa sangat lekat sekali di telinga, karena dengan adanya banyak reservasi tentu tempat (hotel/restauran) kita bekerja bisa dipastikan akan tetap eksis dalam menghadapi persaingan dengan kompetitor yang sejenis dengan tempat kita bekerja.
Yang akan saya sampaikan disini adalah bagaimana standar dan prosedur didalam menerima sebuah reservasi dari tamu/customer.

STANDARD
Semua service staff wajib mempelajari dan memahami bagaimana cara menerima dan mencatat reservasi dalam reservation book/ buku reservasi
PROCEDURE

  • Semua staff service yang menerima reservasi wajib melayani dengan ramah , sopan dan informatif
  • Semua resrvasi yang diterima baik melalui telephon maupun walk-in wajib dicatat dalam reservation book yang berisi :  
  1. Nama Perusahaan
  2. Nama Pemesan
  3. Nomor Telepon / fax
  4. Tanggal Penggunaan
  5. Jam Penggunaan
  6. Ruang / tempat yang akan digunakan
  7. Menu yang dipilih
  • Setiap point wajib dibacakan ulang secara detail untuk mencegah adanya kekurangan dan kesalahpahaman.
  • Apabila reservasi sudah dilengkapi dengan pemesanan menu , sampaikan kepada tamu tentang prosedur down payment yang berlaku.
  • Saat tamu selesai membuat reservasi , jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih.
  • Seandainya pada hari yang diinginkan tamu ternyata tempat sudah penuh , mohon maaf dan tawarkan alternative hari yang lain.
  • Pada hari yang sudah ditentukan dalam satu jam tidak ada yang hadir , supervisor wajib menghubungi nomor telephon yang tertera untuk melakukan tindakan selanjutnya



    ReadMore.. - Reservasi

    Rabu, 08 September 2010

    Etos Hospitality

    Pada postingan saya kali ini saya akan berbagi sedikit tentang materi yang sering saya pergunakan pada saat saya melakukan training terhadap karyawan baru , khususnya karyawan yang bekerja di dunia Hospitality seperti Hotel dan Restaurant.
    Pertama tama saya akan menyampaikan tentang dekadensi/kemunduran disiplin kerja.
    Disiplin kerja merupakan suatu hal yang sangat penting untuk menciptakan suatu system kerja yang harmonis.


     Beberapa sumber dekadensi disiplin kerja antara lain :
    1. Karyawan yang umumnya sudah bekerja lebih dari 5 tahun
    2. Karyawan yang gagal dalam mendapatkan promosi jabatan.
    3. Karyawan yang menganggap dirinya sudah senior.
    4. Karyawan yang frustasi dan selalu mencurigai setiap kebijakan manajemen.
    5. Karyawan yang merasa jadi raja dan over convidence bahwa tanpa dirinya perusahaan akan mengalami kesulitan.
    6. Karyawan yang mempunyai masalah rumah tangga / ekonomi yang berkepanjangan.
    7. karyawan yang dalam lingkungan kerja merasa superior ( ras , pendidikan , organisasi , dan suku )

    Keberhasilan didalam industri jasa seperti  Hotel , Restaurant , CafĂ© dsb sangat ditentukan dari segi pelayanan atau service yang diberikan oleh staffnya , terutama yang berada di Departement Front of The House. ( Waiter , Bartender , Receptionist , Room Boy Dll.)
    Untuk itu perlu diperhatikan oleh mereka beberapa hal berikut ini :
    • Penampilan yang bersih dan rapi ( Well groomed )
    • Tingkah laku atau etiket ( etiquette ) yang baik & sopan
    • Kebersihan diri. ( personal hygiene )

    Grooming & Appearance

    • Selalu memakai uniform ( seragam ) yang bersih dan rapi serta komplit.
    • Rambut selalu disisir rapi ( untuk pria dipotong pendek , untuk wanita diikat kebelakang )
    • Tidak boleh berkumis dan berjambang bagi pria.
    • Wajib memakai make-up yang soft bagi wanita.
    • Memakai deodorant / parfum yang beraroma lembut.
    • Tidak memakai aksesoris yang berlebihan ( kalung , gelang , cincin )
    • Hanya diperbolehkan memakai cincin kawin.
    • Pria tidak boleh beranting – anting.
    • Kuku bersih dan pendek.
    • Bagi wanita tidak boleh memakai pewarna kuku ( nail polish )

    Behavior / Etiquette

    Ditempat anda bekerja , anggaplah anda bekerja dirumah sendiri yang perlu anda jaga dan rawat dengan sebaik – baiknya ( sense of belonging ).
    Setiap tamu yang datang ketempat anda bekerja harus dilayani atau diperlakukan sebagai tamu yang baik dirumah anda sendiri. Buat mereka merasa nyaman , puas dan terlayani segala kebutuhan mereka, gunakan kata – kata yang lembut dan menyejukan hati seperti :  please , thank you , exeusme.
    Tidak diperkenankan menggunakan bahasa jawa kepada tamu , dan kita harus berdiri tegak dalam menanti tamu ( stand up straight ).
    Tidak diperbolehkan bersandar , membuka sepatu , menyilangkan kaki , batuk & bersin tanpa ditutup , tertawa & berbicara terlalu keras , menguap , dan tindakan – tindakan tidak sopan lainnya.
    Selalu siaga dalam melihat permasalahan atau kebutuhan tamu ( trouble shooting ) seperti :  butuh asbak , toothspick , korek api.

    Berikut langkah – langkah pelayanan yang baik kepada tamu ( steps of sense )
    • Sambut tamu dengan senyum yang hangat & wajar , ucapkan selamat pagi , siang , malam bapak / ibu….
    • Apabila anda sudah mengenal tamu tersebut atau tamu langganan kita , bisa dipanggil dengan nama tamu tersebut. Dan cari tahu nama tamu tersebut apabila sudah sering dating ( reporter guest )
    • Antar tamu tersebut ke meja yang diinginkan ( escort the guest )
    • Berikan buku menu dari sebelah kanan tamu.
    • Mencatat di captain order semua pesanan tamu.
    • Diulang sekali lagi pemesanan tersebut , ditanyakan lagi mungkin ada tambahan order dan suggest makanan atau minuman favorit kita.
    • Service segala dishes dari sebelah kanan tamu.
    • Service minuman terlebih dahulu , gunakan coaster untuk minuman dingin.
    • Tetap berdiri tegak dan perhatian kepada tamu.
    • Clear up segala cutleries dan plates serta gelas.
    • Tawarkan minuman pada saat ¼ gelas.
    • Tawarkan dessert sebagai hidangan penutup.
    • Berikan bill dengan menggunakan bill tray atau bill map.
    • Berikan uang kembalian dengan bill tray.
    • Ucapkan terima kasih dengan mengharap mereka datang lagi.

    Apabila didalam pelayanan terdapat complaint , tetaplah tersenyum dan dengarkan dengan rasa tenang sampai tamu selesai bicara. Dan ucapkan maaf atas apa yang terjadi dan terima kasih atas segala perhatian tamu tersebut. Jangan mengkritik kesalahan mereka atau apa yang mereka pakai ( pakaian ). Jangan menjawab dengan kata “ tidak tahu / kurang tahu ” tetapi ganti dengan “ coba saya check dulu , mungkin atasan saya lebih tahu ”  dsb.

    Camkan selalu : bahwa tamu adalah penting untuk bisnis kita , bahwa tamu tidak tergantung kepada kita , tapi kita tergantung dari tamu , bahwa tamu bukanlah bagian lain dari usaha kita tapi merupakan bagian dari kita.


    Personal Hygiene

    Kita semua membawa bakteri dari luar atau di dalam tubuh kita. Bakteri ini dapat terbawa didalam makanan dan minuman, dimana bakteri ini dapat menyebabkan tamu dan karyawan sakit. Dengan bekerja yang sehat dan bersih selalu dapat menjauhkan kita dari sakit.
    Beritahukan supervisor anda apabila anda sakit. Apabila anda mempunyai luka atau infeksi,anda akan dipindah sementara ke bagian yang tidak berhubungan dengan makanan & minuman.

    Dasar – dasar kebersihan diri :
    • Cuci tangan anda sebelum bekerja dan sesudah dari rest room dengan sabun dan air yang bersih.
    • Tutuplah luka anda
    • Jangan bersin & batuk di dekat makanan , selalu tutup dengan tangan atau tissue
    • Kuku selalu bersih & pendek.
    • Selalu mandi sebelum bekerja.
    • Seragam selalu bersih dan rapi.
    • Tidak menggunakan pewarna kuku ( nail polish )

    Kerangka Menu Modern ( Skleton Menu )

    • Appetiezer ( Hot & Cold )
    • Soup ( Clear & Cream )
    • Main Course ( Meats , Fishes , Poultry,etc)
    • Dessert
    • Coffee or Tea

    Restaurant preoperation ( Mise enplace )

    • Bersihkan semua glass , cutleries , plates.
    • Bersihkan semua meja , kursi.
    • Check par stock / persediaan equipments di side stand.
    • Persiapkan menu untuk special to day
    • Bersihkan area dari botol dan & krat kosong.
    • Check segala menu yang sold out.
    • Check tray yang ada di setiap station.
    • Check computer , telpon apabila rusak segera laporkan ke engineering Dept.
    • Siap menerima tamu.

    Service Manual

    • Cutleries & gelas selalu dibawa dengan tray
    • Gelas tidak boleh ada bekas tangan ( finger prints )
    • Service minuman dari arah kanan
    • Suggest lagi apabila minuman tinggal ¼ gelas.
    • Makanan selalu dibawa dengan tray ke side stand
    • Makanan disajikan dari arah kanan.
    • Condiments ( chilli , tomato ) diberikan ke sauce boat dengan side plate.
    • Tabasco diberikan didalam botolnya dengan side plate
    • Mengganti ashtray yang kotor dan tidak lebih dari 3 puntung.
    • Clear up gelas & botol selalu continue tidak lebih dari 3 menit setelah kosong.
    • Tawarkan dengan menu / drink list baru ( selling up )
    • Berikan bill dan uang kembalian ( small change ) dengan bill map / bill tray
    • Selalu ucapkan terima kasih dan berharap mereka puas dan akan datang lagi.


    ReadMore.. - Etos Hospitality